e learning Bab 5 : Keruangan dan Konektivitas antar rauang dan waktu

Bab 5 : Keruangan dan Konektivitas antar rauang dan waktu

Gambar 1. keruangan dan waktu

Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak di antara dua benua dan dua samudera. Berdasarkan letaknya tersebut, Indonesia dinilai memiliki kedudukan yang sangat strategis dan memiliki peluang dalam banyak hal, tetapi juga memiliki hambatan atau tantangan karena letaknya yang terpisah-pisah. Apakah sebagai bangsa Indonesia dapat memamfaatkan peluang tersebut dan mengatasi tantangan – tantangannya ?. Marilah kita perhatikan dengan seksama materi berikut !.

A. Kondisi Sosial serta Lingkungan alam dalam konteks lokal , Regional, Nasional dan Global

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan data – data sebagai berikut :

  • terdiri dari 17.000 pulau atau lebih , yang separuhnya tidak berpenghuni
  • berdasarkan letak geografis , Indonesia berada di antara dua benua yaitu benua Asia dan Benua Australia
  • Berdasarkan letak geografisnya , Indonesia terletak di antara dua samudera yaitu samudera Hindia dan Pasific
  • Secara astronomis , Indonesia terletak di 6o LU (lintang utara) dan 11o LS (lintang Selatan)
  • Secara astronomis , Indonesia terletak di 95o BT (bujur timur) dan 141o BT (bujur timur)
  • Luas daratan 1.922.570 km2
  • luas perairan 3.257.483 km2
1. Kondisi Sosial Indonesia dalam konteks lokal , Regional, Nasional dan Global

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari beberapa budaya sehingga menjadikan masyarakat Indonesia menjadi dua kelompok berdasarkan tempat tinggalnya yaitu masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan

a. Masyarakat pedesaan

Ciri – ciri desa yaitu wilayahnya lebih sepi, lalu lintas lengang, toko dan warung hanya satu dua, bangunan kebanyak lantai satu, dari ciri – ciri ini di simpulkan kehidupan desa merupakan kehidupan yang lebih homogen dan sederhana. Masyarakat pedesaan cenderung memiliki sifat kekeluargaan yang tinggi sehingga banyak hal yang dapat diselesaikan dengan gotong royong dan musyawarah.

Pedesaan adalah suatu wilayah yang ditinggali oleh masyarakat dengan memiliki keunikan geografi, ekonomi, politik dan budaya. Wilayah ini di atur oleh pemerintah desa. Masyarakat desa sering berinteraksi langsung dengan lingkungan alamnya yang masih asli, kebanyakan masyarakatnya bekerja dengan bertani, beternak dan berkebun dan masyarakat pedesaan sangat menjunjung tinggi adat istiadat.

b. masyarakat Perkotaan

Ciri – ciri kota yaitu wilayahnya ramai, lalu lintas padat, toko berjajar – jajar sepanjang jalan, gedung – gedung pencakar langit dari ciri – ciri ini disimpulkan bahwa kehidupan kota merupakan yang heterogen dan kompleks. Masyarakat perkontaan cendering memiliki sifat egois , sehingga hanya sibuk dengan urusan dan kepribadian masing – masing. Perkumpulan dan kebersamaan masyarakat perkotaan telah tersapu oleh kepentingan – kepentingan individu

Tingkah laku masyarakat perkotaan lebih kreatiof, radikal, lebih cepat dalam mengambil keputusan serta lebih mudah menerima kebiasaan – kebiasaan baru , perwataakan masyarakat kota lebih bersifat materialistis.

2. Kondisi Lingkungan alam Indonesia dalam Konteks Lokal , regional, nasional dan global

Pengetahuan tentang hubungan yang erat antara kerusakan alam dengan perilaku manusia mengawali timbulnya kesadaran dan kepedulian manusia atas lingkungan hidup alami di sekitarnya. Sikap moral manusia yang kemudian mulai berubah dan menganggap lingkungan alam tidak hanya dimamfaatkan bagi manusia saja , tetapi juga berhak hidup sebagaimana adanya

Pada tahun 1962, Rachel Carson menulis buku Silent Spring yang memberikan gambaran tentang rusaknya lingkungan dan matinya berbagai jenis hewan akibat penggunaan pestisida . Sejak saat itu perlunya pelestarian lingkungan terus berkembang

Hari bumi ditetapkan pertama kali pada tahun 1970. Pada tahun 1972 diadakan konverensin International tentang lingkungan hidup di Stoockholm. Sehingga isu lingkungan hidup semakin meluas dan timbul  kesadaran bahwa masalah lingkungan hidup menjadi masalah global dan penanganannya harus diecahkan bersama secara International.

Pada tahun 1992, diselenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Rio de Jeneiro, Brasil yang dikenal dengan sebutan Earth Summit. Pada KTT ini dunia semakin sadar bahwa perlingdungan lingkungan hidup  dan pengelolaan sumber daya alam harus diintegrasikan dengan masalah sosial ekonomi dan keadilan seperti masalah kemiskinan. 

Pada KTT disepakati konsep monumental pembangunan berkelanjutan yang bermakna pembangunan untuk memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengurangi kemampuan generasi masa mendatang dalam memenuhi kebutuhannya. 

Tugas

Jawablah pertanyaan berikut 

1. Tuliskan data – data Indonesia sebagai negara kepulauan !.

2. Tuliskan perbandingan luas daratan dengan luas perairan !

3. Berdasarkan keberagaman budaya maka masyarakat Indonesia di bedakan menjadi 2 sebutkan !

4. Tuliskan perbedaan antara masyarakat pedesaan dan perkotaan

5. Siapakah orang yang pertama kali memberikan gambaran rusaknya lingkungan di Bumi ?

6. Tuliskan hasil KTT tahun 1972 di Stockholm dan KTT di Rio de Jeneiro

B. Kondisi Geografis Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Aktivitas  Sosial

Berdasarkan gambaran letak Indonesia yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat keuntungan bagi rakyat Indonesia jika memanfaatkan peluang sekaligus tantangan. Salah satunya yakni pengaruh di dalam aktivitas sosial warga Indonesia. Dengan letak geografis yang sangat strategis, Indonesia dapat mengambil keuntungan dalam menjalin hubungan dengan negara lain. Berikut ini dampak kondisi geografis Indonesia terhadap aktivitas sosial.

1.   Terciptanya Hubungan Antarnegara

Berdasarkan kedekatan letak geografisnya, Indonesia dan negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara membentuk sebuah organisasi kerja sama antarnegara yang disebut Asociation of South East Asian Nations. Asociation of South East Asian Nations (ASEAN) merupakan organisasi kerja sama ekonomi dan geopolitik.

ASEAN pada awalnya didirikan oleh lima negara, yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina. Perwakilan dari kelima negara di kawasan Asia Tenggara tersebut mengadakan pertemuan di Bangkok pada 5-8 Agustus 1967. Kawasan AsiaTenggara merupakan daerah yang sangat strategis sehingga beberapa daerah di kawasan ini dijadikan basis untuk Blok Barat dan BlokTimur.

Menjalin hubungan antarnegara juga berpotensi menimbulkan konflik bilateral antarnegara seperti Indonesia dan Malaysia atau Kamboja dan Vietnam serta konflik militer dalam internal sebuah negara, seperti di Laos, Vietnam, maupun Kamboja. Permasalahan-permasalahan tersebut akan berdampak pada stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara. Maka dari itu, dibuatlah Piagam Bangkok atau Piagam ASEAN untuk membentuk suatu organisasi di kawasan Asia Tenggara.

Selain karena adanya konflik, berdirinya ASEAN juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya persamaan letak geografis, persamaan budaya, persamaan kepentingan, dan persamaan nasib. Negara-negara di kawasan AsiaTenggara sama- sama terletak di antara benua Asia dan Australia serta Samudra Hindia dan Samudra Pasifik sehingga terdapat kesamaan budaya. Salah satu kesamaan budaya yakni kesamaan ras Mongoloid yang dipengaruhi oleh budaya dari Cina dan India.

Saat ini anggota ASEAN ada sepuluh negara. Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN juga memiliki kesamaan kepentingan agar tercipta kesejahteraan, kedamaian, dan keamaan di daerahnya. Kesamaan nasib yaitu semua negara yang tergabung dalam ASEAN sudah pernah dijajah oleh bangsa lain, kecuali Thailand. Kerja sama yang dilakukan oleh anggota ASEAN bertujuan saling membantu pemenuhan kebutuhan di bidang sosial, politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan.

2.   Memiliki Suku Bangsa dan Budaya yang Beragam

Indonesia yang terletak di antara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia sehingga banyak sekali budaya yang masuk ke Indonesia dengan lebih cepat. Selain itu, Indonesia juga terdiri atas banyak puiau. Hal ini menyebabkan budaya yang berkembang di setiap daerah pun bermacam-macam dan memiliki ciri khas sesuai dengan wilayah masing-masing. Akibat letak Indonesia yang sangat strategis ini maka dari zaman dahulu banyak para pedagang dari berbagai negara yang singgah ke berbagai daerah di Indonesia

Para pedagang tersebut hanya tinggal untuk sementara di Indonesia. Dalam masa tinggalnya tersebut, pedagang membawa kebudayaannya yang lambat laun berbaur dengan kebudayaan lokal yang sudah terlebih dahulu berkembang di Indonesia.

Adapun pedagang dengan kelompoknya mendirikan perkampungan di sekitar pelabuhan ataupun tempat untuk melakukan transaksi dagang. Kondisi tersebut melahirkan suatu komunitas. Dalam hal ini, dapat diketahui bahwa suatu perkampungan dari suatu etnis tertentu akan berdampak pada berkembangnya kebudayaan tertentu di sana. Tidak hanya kesenian yang berkembang, tetapi jenis budaya lain pun berkembang cepat di Indonesia karena dipengaruhi oleh budaya asing, seperti bahasa, agama, maupun ilmu

pengetahuan dan teknologi. Setiap pedagang yang berdagang dan melewati Indonesia, selain tujuan utamanya adalah berniaga, pasti pedagang tersebut selalu menyebarkan kepercayaan atau agama yang dianut.

Penyebaran agama tersebut diketahui mulai dari masuknya agama Hindu dan Buddha yang dibawa oleh pedagang India dari kasta Waisya. Agama Islam yang disebarkan oleh pedagang Makkah, Gujarat, Persia, maupun Cina. Adapun agama Kristen dan Katolikyang dibawa oleh para pedagang dari daratan Eropa. Agama- agama inilah yang kemudian berkembang di Indonesia hingga saat ini.

Tidak dapat dipungkiri bahwa bangsa asing telah memengaruhi budaya Indonesia.  Dampak neqatif tetapi budaya asing ini juga banyak memberikan dampak positif bagi Indonesia. Misalnya, pada perkembangan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, akulturasi budaya juga membuat masyarakat Indonesia lebih dinamis dengan dapat mengikuti perkembangan zaman. Penggunaan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari juga dapat meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan di masyarakat.

3. Negara Berpotensi Memiliki Wisata Budaya yang Menarik

Objek wisata di Indonesia selain menawarkan keindahan alamnya, baik berupa pantai, alam bawah laut, maupun pegunungan juga menawarkan wisata yang berbasis pada budaya atau tradisi lokal masyarakat setempat. Hal ini mendorong minat wisatawan, terutama wisatawan mancanegara yang tertarik menyaksikan maupun mempelajari tradisi dan budaya lokal tersebut. Salah satu contoh tujuan wisata Indonesia yang terkenal di dunia yaitu Bali.

Banyak masyarakat luar negeri lebih mengenal Bali daripada Indonesia. Bali selain dikaruniai memiliki keindahan alam yang sangat menarik, daerah ini juga menawarkan wisata budaya dengan menonjolkan upacara-upacara adat yang biasa dilakukan oleh penduduk Bali yang mayoritas beragama Hindu. Ritual keagamaan yang dilakukan upacara adat di Pura, tarian, hingga prosesi pembakaran jenazah orang Bali yang dikenal dengan sebutan Ngaben. Hal ini menarik perhatian pengunjung yang tidak hanya ingin menikmati suasana alam Bali, tetapi juga ingin merasakan suasana ritual keagamaan penduduk setempat

Tidak hanya di Bali, diTanaToraja juga dapat dilihat penguburan yang berada di Gunung Batu atau di Danau Toba tempat wisatawan disambut dengan tarian selamat datangTorTor. Di Raja Ampat selain terkenal keindahan alam bawah lautnya juga dapat menikmati budaya masyarakat Papua yang masih sangat sederhana belum tersentuh teknologi modern. Saat berkunjung di Yogyakarta, wisatawan disuguhi kearifan lokal budaya khas Jawa. Semua hal tersebut jika dikemas dengan baik akan menggerakkan banyak sektor.

Kondisi Geografis Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Aktivitas Ekonomi

Wilayah Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam. Wilayah di Indonesia tidak hanya berupa dataran rendah, tetapi juga ada pegunungan, dataran tinggi, dan pantai yang tersebar dalam ribuan pulau. Banyak gunung berapi aktif, sungai, hutan, dan laut yang dapat dimanfaatkan. Keadaan geografis yang beragam ini juga berpengaruh terhadap jenis mata pencaharian yang dapat dilakukan oleh penduduknya.

Posisi strategis Indonesia juga memiliki dampak bermacam-macam bagi perekonomian negara serta aktivitas penduduknya. Berikut ini akan dijelaskan pengaruh kondisi geografis Indonesia terhadap aktivitas ekonomi.

Catatan : membantu dari sekedar tahu menjadi inplementasi, kesehatan mental 1. mengontrol dan mengendalikan diri, 2 resiliesi ketahanan tumbuh , 3. hubungan inter personal, 4.

Anatomi dari stem : 1. konten dan konteks , 2. Projek menyediakan tempatnya/alat wahananya, 3. sosial emosional learning, 4. menegemen konflik , 5. pengambilan keputusan

Stem PJBL : stem adalah model bisa disandingkan dengan model

3 kata kunci di dalam kelas untuk mendapatkan masalah : 1. kompleks, 2. persisten, 3. ekstended

langkah inkuiri : 1. mengenalkan masalah dan konteknya, 2. siswa diminta mendalami masalah , 3. mendesain solusi permasalahan, 4. hasil solusi di sebarluaskan

implementasi stem : 1. problem sentrik (belum ada solusinya), 2. solusin sentrik, 3. user sentrik

contoh projeknya :

refleksi :