EKSPERIMEN SEDERHANA
A. Timbangan Zehnder
Timbangan yang peka dan berguna untuk demonstrasi percobaan – percobaan dapat dibuat dengan mudah menggunakan jarum, mata pisau cukur, gabus dan jarum pentul. Jarum – jarum pentul ditusukkan pada gabus sedemikian rupa sehingga sejajar dengan garis tengah dari ujung – ujung gabus itu. Separuh bulatan gabus dibuang pada kedua ujungnya untuk mendapatkan keseimbangan balok itu seperti jang terlihat pada gambar : Jarum penahan ditusukkan dan dapat terletak pada sehelai kaca jang direkatkan pada sepotong kaju. Ketelitian neraca ini dapat dirubah – ubah dengan mengatur jarum penahannja.

Percobaan – Percobaan dengan neraca ini.
- Pegangan timbangan jang dibuat dari benang jahit atau cari kertas halus seberat 2 mg dan ditempatkan dipertengahan salah satu lengannya sehingga menimbulkan suatu putaran sejauh 2 cm.
- Terbentuknja gas dalam jumlah kecil dapat didemonstrasikan dengan membiarkan gas itu mengalir dari suatu pipa kecil mengenai ujung baIok itu.
- Adanja aliran udara dapat diperlihatkan, dengan menempatkan njala api dibawah lengan timbangan
- Karena balok neraca suatu penghantar buruk, akan terlihat peristiwa listrik dan hal itu dapat dimuati dengan menyentuhnja dengan sebatang tongkat jang bermuatan listrik.
- Bilamana jarum rajut dijadikan magnit, akan menjadilah jarum; inklinasi.
- Bilamana balok dijadikan magnit dan satu kumparan kawat didekatkan pada salah satu kutub – kutubnya neraca menjadi sebuah galvanometer. Sebagai contoh, sebuah thermocouple dari besi konstan dapat dihubungkan pada segulungan kawat-tembaga jang terdiri dari 22 lilitan, tebal 1,5 cm dan ini, bila dipanasi oleh njala lilin menghasilkas perbedaan tekanan hanja sebesar 0,01 Volt, sungguhpun demikian, lengan neraca itu menerima arus jang mengalir.
- Gerakan – gerakan kecil dari neraca dapat diperlihatkan dengan menggunakan seberkas cahaja jang dipantulkan dari satu cermin kecil jang ditempelkan pada balok. Dengan alat projeksi jang sederhana ini aliran panas listrik dapat didemonstrasikan bilamana thermocoupel tadi hanja dipanasi oleh jari.
B. Neratja berlengan sama buat segala keperluan.
Buatlah suatu landasan kira-kira 22 cm persegi dari kaju setebal 2 cm. Selanjutnya buatlah dua papan tegak lurus sepanjang 15 cm, lebar 6 cm dan tebal 2 cm dan pasangkan dekat pusat landasan sejauh 2,5 cm. Kedua papan tersebut dapat dipasangkan dengan baik dengan sekrup pada papan tegak itu. Puncak tiap papan tegak itu hendaklah diiris cukup dalam dengan sebuah gergaji tipis agar sebuah pisau silet menondjol kira- kira 4 mm diatas kaju itu. Silet itu terpasak dengan kuat pada celah-celah itu. Lengan neraca dibuat dari sebuah tongkat meteran atau sepotong kaju jang sama panjangnya dengan sebuah paku jang ditusukkan tepat pada pusat neraca itu. Paku itu menumpu silet tadi antara kedua papan tegak itu. Dengan neraca ini dapat diperlihatkan bahwa udara mempunyai berat dengan menggunakan dua buah balon mainan jang sama besarnja, salah satu dari balon itu dapat ditiup dengan udara lebih banjak dari jang lain.
C. Neraca lengan yang peka
Bahan yang diperlukan untuk membuat neraca ini meliputi sebuah jepitan kain, sebuah jarum rajut jang panjangnja kira – kira 12 inci, dua buah jarum pentul atau jarum tangan dan sebuah penyangga seperti botol susu atau stoples.
Lengan neraca dibuat dengan memasukkan jarum rajut tadi melalui lubang penjepitan kain. Poros tumpuan (sumbu putar) bagi lengan neraja adalah kedua jarum pentul atau jarum tangan tadi dengan memasangkannya (menancapkannya) masing-masing sebuah pada tiap sisi jepitan kain sedikit dibawah lubang per ke dalam mana jarum rajut tadi dimasukkan. yang tersebut belakangan. ini (jarum rajut) harus dipasang begitu rupa, sehingga bagian-bagian jarum rajut jang terdapat di luar per jepitan merupakan projeksi satu sama lain terhadap jepitan kain, (jepitan kain merupakan sumbu jarum perajut) dan jika diperlukan, masukkanlah pasak (pengganjal) dari belahan kaju kecil atau anak korek api (agar kedudukan jarum perajut itu tetap). Kedalam ujung bawah jepitan kain (mulut jepitan kain) dijepitkan sebuah pensil jang kelak berfungsi sebagai jarum neraca. Piring-piring neraja dibuat dari tutup kaleng jang sama besarnja dengan lubang-lubang jang sama pula pada bagian pinggir, melalui mana dimasukkan benang-benang jang kemudian diikat semuanja untuk membentuk sosok buat menggantung piring-piring itu pada lengan neraca : Kalau pada suatu saat neraca sudah mencapai keseimbangan, maka baik sekali bila dibuat tanda berupa takikan (lekukan) dengan sebuah kikir pada lengan neratja untuk menghindarkan sosok-sosok gantungan tadi tergelincir dari jarum rajut.

Akhirnja sebuah skala dimasukkan kedalam botol pada kedudukan sedemikian sehingga jarum neraca berayun di depannja. Anak-anak timbangan dapat dipergunakan mata uang logam, potongan gabus berbentuk mata uang, batang korek api dan lain – lain jang setara dengan anak timbangan jang sebenanya Jika benda-benda jang tersebut belakangan ini semuanya tidak ada, maka sebagai pengganti jang baik dapatlah dipergunakan dua buah botol jang sama besarnja, jang diletakkan sebuah pada masing-masing piring, dan air dalam jumlah tertentu dituangkan pada salah satu dari botol itu dari gelas ukur. Jiika gelas ukur tidak ada, sebuah bekas tabung novocaine jang dipakai oleh seorang ahli gigi untuk pembiusan lokal, telah terukuri dalam centimeter kubik dapat dipakai sebagai gelas ukur jang amat kecil. Berat pecahan dapat diperhitungkan dengan menggantungkan sebuah kuda berupa sosok kawat pada lengan neraca.
D. Demontrasi dengan vernier (Skala jangka sorong)
Ambillah dua potong papan dengan panjang masing-masing kira-kira 1 meter dimana jang satu mempunjai celah pada satu tepinja sedang jang lainnja mempunyai lidah-lidah jang dapat masuk kedalam celah papan pertama (lihat gambar). Potonglah dengan sebuah gergaji 7 cm dari papan berlidah itu dan rekatkanlah pada bagian ujung papan bercelah tadi untuk penahan. Dengan tinta hi- tam (tinta bak) atau dengan membuat garis-garis dengan gergaji, dibuatlah strip-strip selang 5 cm sepandjang papan terpanjang itu. Ambillah kira-kira 50 cm dari papan berlidah untuk dipakai sebagai papan geser. Buatiah strip-strip pada papan geser dangan jalan mengukur 45 cm.

dari salah satu ujungnja, kemudian dibagi atas 10 bagian jang sama, jaitu ‘4,5 cm tiap-tiap bagian. Sisa potongan papan itu dapat dipergunakan sebagai alat penegak siku sehingga alat itu dapat berdiri tegak lurus di atas bangku.
EKSPERIMEN SEDERHANA
1. Anglo kaleng
Sebuah kaleng bulat besar , sekurang – kurangnya bergaris tengah 10 cm dapat digunakan . Kira – kira 4 cm dari dasar kaleng itu sekeliling nya dibri tanda cendela – cendela yang berbentuk segitiga. Dengan sebuah gunting kaleng. Guntinglah segitiga – segitiga tersebut. Jangan digunting alas segitiganya , bengkokkan bagian – bagian segitiganya ke arah dalam guna untuk membuat penahan arang pada bagian tersebut.
2. Lampu spiritus
Lampu sederhana dapat dibuat dari kaleng bekas semir sepatu, untuk tempat sumbu , sebuah tabung logam dapat digunakan , di solder atau di patrikan dipuncak dan juga disolder sebuah kawat yang dililitkan sebagai pemegang yang baik. Segulung kain bekas atau selimt bekas dapat digunakan sebagai sumbunya.
3. Lampu spiritus dari botol tinta
Carilah sebuah botol tinta dengan tutupnya dari logam yang dapat diputarkan. Lubangilah tengah – tengah tutup logam itu dengan paku, lalu perbesar sampai 8 – 10 mm garis tengahnya dengan gerakan memutar dari sebuah kikir bentuk segitiga yang dimasukkan ke dalam lubang itu. Perhatikan sekeliling lubang itu dengan suatu alat yang keras. Guntinglah sehelai logam yang lunak atau kaleng 2,5 cm lebarnya dan 4 cm panjangnya. Gulunglah guntingan tersebut menjadi suatu tabung pada batang tongkat yang bulat, sehingga garis tengahnya sesuai dengan lubang tadi . Masukkan sampai 1 cm tabung itu ke dalam botol , tabung itu dapat dipatri di sekelilingnya dengan tutup botol, sedang sumbunya dapat dibuat dari kain bekas. Sumbu itu mesti cukup panjang sehingga sampai ke dasar botol dan menutupnya . Pakailah spiritus untuk minyaknya.
4. Kaki tiga Sederhana
Alat ini dapat dibuat dengan cara menggunting beberapa bagian dari samping sebuah kaleng. Ada baiknya jika dibuat dua atau tiga buah alat ini yang digunakan sebagai penyangga untuk berbagai macam pembakaran.
3. Bak Uap
Suatu mangkuk uap dan bak uap dapat dihasilkan (didapat) dari sebuah piring kecil dan dibuat pada sekeliling tepi puncak kaleng itu agar uap dapat keluar.
4. Alat pemanas
Bentuk alat pemanas yang lain dapat dibuat dari sebuah kaleng minyak motor bekas. Kawat besi dililitkan disekeliling tabung reaksi dan diputar untuk pemegangnya yang baik
5. Sumber arus uap untuk percobaan panas
Sebuah kaleng dengan tutup yang dapat ditekan rapat, dipergunakan sebagai alat penghasil ( sumber panas) . Buatlah lobang pada tutup kaleng itu dan patrikanlah pada lobang – lobang itu sebuah pipa kaleng panjang dan sebuah yang pendek seperti terlihat pada gambar berikut:
pipa panjang berfungs sebagai corong arus uap untuk percobaan (melalaui lubang pipa karet). Jika kaleng itu bocor atau berkarat. Maka tutup kaleng yang tadi itu dapat dipakaikan pada kaleng lain yang sama ukurannya.
6. Kalorimeter sederhana
Ambillah sebuah kaleng sup kecil (kaleng kecil yang agak dalam ) yang dapat masuk ke dalam sebuah toples selai yang isinya kurang lebih 1/2 Kg. Bila bagian tutup kaleng itu dipotong dengan benar dengan alat pembuka kaleng yang pakai pemutar, maka diperolehlah kalorimeter yang cukup baik.
Untuk mengindari masukkan kaleng itu ke dalam stople , dipakailah sepotong pita karet kuat yang dubelitkan pada bagian bibir (ujung atas) kaleng, atau dengan jalan membuat takikan – takikan dengan gunting, kemudian membengkokkannya (melenturkan) dengan hati – hati kearah luar.
Ini memrupakan alat yang cukup memadai dan eficien dengan bantuan daya hantar panas yang rendah dari gelas dan udara.
Penyulingan air
Sebuah cerek dapat digunakan untuk mendidihkan air, kemudian uap yang keluar dikendensasi di dalam sebuah botol selai yang ditutup dengan gabuns yang terletak di dalam sebuah panciyang beriisi air dingin. Pipa karet, plester atau tanah liat dapat dipergunakan sebagai alat – alat penyambung.
8. Penangas udara
Sebuah kaleng besar dapat digunakan sebagai penangas udara. Sebuah lubang pada tutup yang disumbat dengan dengan gabus penahan termometer dan piring kecul atau mangkuk terletak di atas bangku kasa yang ditaruh dalam kaleng itu.
9. Pendingin Liebig
Sepotong pipa besi yang digunakan sebagai pipa air atau listrik dipakai untuk membuat sebuah alat pendingin logam yang lebih baik dan kuat dari pada pendingin kaca. Lubang – lubang untuk tempat masuknya ujung – ujung pipa pengalir air pendingin. Dibuat dengan letak – sebelah menyebelah masing – masing sebuah pada ujung pipa ini. Dua gabus berlubang satu , diseumbatkan pada tiap – tiap ujungnya dan dipasang padanya pipa gelas melalui lubang – lubangnya.
10. Alat penyaring
Sebuah pot tanaman dengan sebuah sumbat kain wol di dasarnya serta selapis pasir setebal beberapa inchi dapat dipakai sebagai alat penyaring yang memuaskan bagi bermacam – macam tujuan.
11. Popmpa hawa pancaran air
Sekedar ketrampilan dibutuhkan untuk membuat pompa penyaring kaca. Tetapi mungkin dibuatnyadari pipa – pipa kaca serta gabung yang baik. Kerja hawa pancaran air itu bergantung pada prinsip , bahwa pancaran air yang diluncurkan ke dalam sebuah pompa yang sempit membawa udara denganya. dan mengurangi tekanan udara di sekitarnya(Y) ukuran – ukuran terbaikbagi pancaran di dapat berdasarkan percobaan tetapi garis tengah 1 mm untuk pipa pancar kedua memberikan hasil – hasil yang baik.
12. Pompa untuk bekerja secara perorangan dalam ilmu kimia
Kebanyakan eksperimen – eksperimen dalam ilmu kimia dasar membutuhkan beberapa peralatan pokokm seperti gelas piala , tabung reaksi dan sebagainya. Perlengkapan yang diuraikan di bawah ini meliputi semua benda yang dibutuhkan. Tabung pyrex 150 cc dengan leher bulat dapat dipergunakan baik sebagai beker, flakon maupun generator uap. Sebuah tabung gelas biasa dengan sebuah gulungan kasa kawat di sekelilingnya dapat digunakan sebagai tabung pembakarandan tidak dapat pecah lebih sering dari pada tabung biasayang dibuat dari gelas keras. Tabung contoh dapat diubah menjadi botol gas kecil yang memuaskan . Walaupun tidak perlu benar sebuah rak tabung reaksi yang kecil berfaedah dan tabung – tabung tersebut memiliki keuntungan yaitu dapat dipegang oleh jari anak – anak. Tabung besar dengan alas kayu berfaedah utnuk sebuah botolpenyimpanan dan bagi beberapa percobaan lainnya. Bilamana air yang mengalir sukar di dapat , sebuah pendingin didapat dalam bentuk sebuah kaleng air besar ( 500 cc ) . Satu – satunya kesulitan yaitu membuat alat penyambun yang tahan air untuk tabung – tabung pembuang air. Alat – alat ini sangat berfaedah bagi kelas permulaan dalam praktikum kimia.